Wednesday, May 20, 2020

Mail Server

   1.  Pengertian Mail Server

Email atau disebut elektronik mail, atau surat elektronis adalah surat dengan format digital (ditulis dengan menggunakan komputer) dan dikirimkan melalui jaringan komputer. Internet sebagai jaringan yang menghubungkan berbagai jarngan komputer di dunia memungkinkan penyampaian surat elektrinis dengan cepat, Surat elektrinis ini bisa sampai ke tujuan hanya dalam waktu beberapa detk, meskipun jarak antara pengirim dan penerima berjauhan; terpisah beribu-ribu kilometer. Electronic mail atau disingkat e-mail bukanlah pelayanan "end to end", karena mesin pengirim dan penerima tidak perlu berkomunikasi secara langsung. Proses penyampaian electronic mail dapat dianalogikan dengan penyampaian surat oleh Kantor Pos dan Giro. Proses ini disebut "store and forward". Alamat yang dituju harus ditentukan dan kemudian surat tadi diletakkan di kotak pos, kemudian mobil pos akan mengambil surat tersebut untuk dibawa ke kantor pos terdekat, dari kantor pos asal kemudian surat tadi dikirim ke kantor pos terdekat dengan alamat tujuan dan akhirnya dari kantor pos tadi surat tersebut dikirim ke kotak pos tujuan.
Mail akan dikirim dengan menggunakan protocol-protocol tertentu. Ini dilakukan oleh message Transfer Agent (MTA). Sedangkan Untuk membaca e-mail, user menggunakan User Agent yang juga lazim disebut mail reader. Untuk dapat melakukan tugasnya, sebuah mail server harus dapat melayani pengiriman email yang mempergunakan mempergunakan protokol SMTP serta harus mampu melayani client yang ingin mengakses email dengan menyediakan IMAP dan atau POP3.
Sejarah mail server yaitu sebelumnya dikenal sebagai VMailer dan IBM Secure Mailer, itu pada awalnya ditulis oleh Wietse Venema selama tinggal di IBM Thomas J. Watson Research Center, dan terus dikembangkan secara aktif hari ini. Postfix pertama kali dirilis pada pertengahan tahun 1999.

2.  Protokol-protokol Mail

    a) SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)
Simple Mail Transfer Protocol adalah protokol standar untuk pengiriman electronic mail (email) di internet. SMTP adalah protokol yang cukup sederhana, berbasis teks dimana protokol ini menyebutkan satu atau lebih penerima email untuk kemudian diverifikasi. Jika penerima email valid, maka email akan segera dikirim. SMTP menggunakan port 25 dan dapat dihubungi melalui program telnet. Agar dapat menggunakan SMTP server lewat nama domain, maka record DNS (Domain Name Server) pada bagian MX (Mail Exchange) digunakan.Sendmail adalah Mail Transfer Agent pertama yang mengimplementasikan port 25.
Karena protokol SMTP berawal dari protokol yang benar-benar berbasis teks ASCII, maka SMTP tidak bekerja terlalu baik dalam mengirimkan file-file binary. Standar untuk mengencodefile-file biner agar dapat dikirimkan lewat SMTP dikembangkan dan menelurkanstandar-standar seperti MIME (Multipurposes Internet Mail Extensions). Saat ini, hamper semua SMTP server mendukung 8BITMIME, yang dapat mengirimkan file-file biner semudah mengirimkan file teks. SMTP hanya protokol yang melakukan ―push‖, artinya dia hanya bisa mengambil email dari client tetapi tidak bisa melakukan ―pull‖, yaitu melayani pengambilan email di server oleh client. Pengambilan pesan atau email tersebut dilakukan dengan menggunakan protocol tersendiri yaitu protokop POP3 (Post Office Protokol) atau IMAP (Internet Message Access Protocol).
  b) Multipurpose Internet Mail Extensions (MIME)
MIME adalah format standar internet untuk email. MIME mendefinisikan pengiriman pesan selain 8 bit karakter ASCII dengan file yang berisi image, suara, movie, dan program komputer. MIME adalah salah satu komponen dasar pendukung protokol HTTP.
  c)  Windows MTA Server: Microsoft Exchange Server
Windows memiliki Mail Transfer Agent berbasis SMTP buatan Microsoft yang disebut Microsoft Transfer Agent. Sofware ini memiliki beberapa fitur seperti:
            a)      Integrasi dengan Active Directory
            b)      Arsitektur database yang scalable
            c)      Kompabilitas ke belakang yang sangat tinggi
            d)      Security
            e)      Integrasi dengan Microsoft Outlook 2003
            f)      Mendukung clustering
   d)  Unix Based Mail Transfer Agent: Postfix
Postfix adalah Mail Transfer Agent yang mengimplementasikan SMTP yang open source dengan lisensi GPL. Postfix didesain sebagai alternatif Sendmail, mail transfer agent yang telah banyak digunakan namun terkenal sangat sulit dikonfigurasi. Secara default, file konfigurasi Postfix terletak di /etc/postfix. Dua file konfigurasi yang paling penting adalah file main.cf dan master.cf.
   e)  Unix Based Mail Transfer Agent: Qmail
Qmail adalah server SMTP modern yang didesain untuk membuat Sendmail jadi kelihatan kuno. Qmail tidak dirancang untuk kemudahan penggunaan, tetapi dirancang untuk menjadi sebuah mail server yang komprehensif. Sama halnya dengan Postfix, Qmail bersifat open source dan didukung sepenuhnya oleh distro-distro besar Linux seperti RedHat, Debian,Gentoo, OpenBSD, dan juga tersedia untuk platform HP-UX.
   f)  POP (Post Office Protocol)
POP atau Post Office Protocol, sesuai dengan namanya merupakan protokol yang digunakan untuk pengelolaan mail. POP yang sekarang lebih umum dikenal dengan POP3 (POP - Version 3), dimaksudkan untuk mengizinkan client untuk mengakses secara dinamis mail yang masih ada di POP3 server. POP3 menawarkan pada user untuk meninggalkan mail-nya di POP3 server, dan mengambil mail-nya tersebut dari sejumlah sistem sebarang.
Ada dua jenis mode pada POP3 yaitu mode offline dan mode inline. Pada mode offline, POP3 mengambil dan kemudian menghapus mail yang tersimpan dari server. POP3 bekerja dengan baik pada mode ini, karena terutama memang didisain untuk berlaku sebagai sebuah sistem mail yang memiliki sifat "storeand-forward". Server, pada mode offline, berlaku seperti sebuah tempat penampungan yang menyimpan mail sampai user memintanya.
    g)  IMAP (Internet Message Access Protocol)
IMAP adalah salah satu dari dua standar internet untuk protokol e-mail. Hampir semua arsitektur e-mail klien dan server modern mendukung kedua protokol sebagai sarana untuk mentransfer e - mail dari server, seperti yang digunakan oleh Gmail ke klien, seperti Mozilla Thunderbird, Apple Mail dan Microsoft Outlook. IMAP memiliki berbagai keunggulan bila dibandingkan dengan POP3 antara lain:
            o Memiliki 2 mode operasi : Connected dan Disconnected
            o Informasi berisikan status pesan
            o Banyak mailboxes di dalam server
            o Pencarian di bagian server
 Namun IMAP juga memiliki beberapa kekurangan. Tingkat kompleksitas akan bertambah ketika menggunakan IMAP. Misalnya, beberapa klien mengakses kotak surat yang sama pada saat yang sama perlu dilakukan untuk mengkompensasikan server-side workarounds seperti Maildir atau database backends.

3) Kelebihan Mail Server

1. Lebih Cepat dan Efisien

Memiliki mail server ibarat menggunakan kendaraan pribadi ketika berangkat kerja. Berbeda saat naik angkutan umum, menggunakan kendaraan pribadi tentu bakal lebih cepat sampai dan efisien waktu karena kita bisa mengatur rute serta meminimalisir adanya campur tangan dari orang lain.
Memiliki mail server bakal meempercepat akses email maupun data-data Anda. Alhasil, komunikasi dengan klien atau antar karyawan bisa semakin efektif karena mail server hanya diguankan oleh internal perusahaan (tidak bisa digunakan publik).

2. Lebih Private

Saat ini privasi sudah menjelma menjadi lemen penting yang dibutuhkan oleh banyak orang. Dengan investasi mail server artinya Anda memiliki jaringan sendiri yang hanya bisa digunakan oleh internal perusahaan.Adanya privasi yang ditawarkan, otomatis juga menambah faktor keamanan karena untuk bisa mengakses orang luar harus mndapatkan autoritas dari si pemilik webste.

3. Bisa langsung Diatasi Ketika Terjadi Kerusakan

Kemudahan dalam proses perbaikan menjadi keuntungan berikutnya yang bisa kita dapatkan ketika meggunakan mail server. Ucapkan selamat tinggal pada tiket support layanan seperti Gmail atau Yahoo yang butuh berhari-hari dalam menyelesaikan keluhan, pengaduan atau bahkan kritik dan saran.

4. Lebih Mudah Mengatur Akun

Dengan memiliki mail server sendiri tentu proses pengelolaan akun email akan semakin mudah. Anda bisa melakukan konfigurasi, pengaturan, hingga maintenace sesuai kebutuhan.
       4)  Fungsi Mail Server
             Secara garis besar, fungsi mail server adalah sebagai program yang membantu mengatur agar email dapat dikirimkan oleh pengirim sekaligus dapat diterima dengan aman, cepat, dan tanpa kendala oleh penerima email.Tujuan dari adanya layanan mail server sendiri adalah untuk membuat jaringan transportasi email menjadi lebih lancar tanpa adanya interupsi dari pihak luar.Selain itu, mail server juga berfungsi sebagai aplikasi yang dapat digunakan untuk mengatur distribusi email masuk maupun keluar. Hal ini tentu sangat penting bagi pelaku bisnis skelas perusahaan yang tidak ingin ada kebocoran data atau informasi yang bakal meenguntungkan kompetitor.

Referensi


Thursday, May 14, 2020

Web Server

1.  Sejarah
       Pada tahun 1989 Tim Berners-Lee mengajukan proposal sebuah proyek pada tempatnya bekerja CERN ( European Organization for Nuclear Research), proyek ini bertujuan untuk memudahkan para ilmuan yang bekerja di CERN untuk bertukar informasi menggunakan sistem hypertext. Sebagai hasil dari pelaksanaan proyek tersebut, Tim Berners-Lee menulis dua program: o Sebuah Browser dengan nama WorldWideWeb o Program webserver pertama didunia yang berjalan diatas sistem NeXTSTEP Antara tahun 1991 sampai 1994 teknologi sederhana dan efektif digunakan untuk berselancar dan bertukar data melalui world wide web, telah dibantu pengembangannya untuk dapat berjalan dibanyak sistem operasi dan menyebarkan penggunaannya ke segenap lapisan masyarakat, pertama dimulai dikalangan ilmuan, kemudian di universitas selanjutnya merambah dunia industri. Tahun 1994 Tim Berners-Lee memutuskan untuk mendirikan konsorsium World Wide Web, yang bertujuan untuk mengatur pengembangan selanjutnya dan penggunaan banyak teknologi (HTTP,HTML dll) melalui stadarisasi proses. Saat ini perkembangan web site dan server telah mengikut deret eksponensial.

2. Pengertian
         Web server adalah Suatu Program Komputer yang mempunyai tanggung jawab/tugas menerima permintaan HTTP dari komputer klien, yang dikenal dengan nama web browser, dan melayani mereka dengan menyediakan respon HTTP berupa konten data, biasanya berupa halaman web yang terdiri dari dokumen HTML, dan objek yang terkait seperti gambar, dll. Dengan kata lain software yang menjadi tulang belakang dari world wide web (www).Secara garis besarnya web server hanya memproses semua masukan yang diperolehnya dari web clientnya.pada umumnya program webserver memiliki fitur-fitur dasar yang sama seperti : 
   a. HTTP : Setiap program web server bekerja dengan menerima permintaan HTTP dari klien, dan memberikan respon HTTP ke klien tersebut. Respon HTTP biasanya mengandung dokumen HTML tetapi dapat juga berupa berkas raw, gambar, dan berbagai jenis dokumen lainnya. Jika terjadi kesalahan permintaan dari klien atau terjadi masalah saat melayani klien maka web server akan mengirim respon kesalahan yang dapat berupa dokumen HTML atau teks yang memberi penjelasan penyebab terjadinya kesalahan. 

   b. Logging : Umumnya setiap web server mempunyai kemampuan untuk melakukan pencatatan/logging terhadap informasi detil mengenai permintaan klien dan respon dari web server dan disimpan dalam berkas log, dengan adanya berkas log ini maka akan memudahkan web master untuk mendapat statistik dengan menggunakan tool log analizer.

Pada penggunaan sehari-hari banyak web server mengimplementasikan fitur-fitur berikut :
  • Otentifikasi : fitur untuk mengotorisasi suatu permintaan dari klien sebelum menggunakan sumber daya yang dimiliki oleh web server (biasanya User dan Password)
  • Penanganan konten statis (berkas tersimpan pada file sistem server) dan konten dinamis dengan mendukung satu atau lebih antara muka yang sesuai (SSI, CGI, SCGI, FastCGI, JSP, PHP, ASP, ASP.NET, Server API seperti NSAPI, ISAPI dsb).
  • Dukungan HTTPS (dengan SSL, atau TSL) yang memungkinkan koneksi yang aman (dengan enkripsi) ke server pada port 433 berbeda dengan koneksi HTTP biasa di port 80.
  • Kompresi Konten (misal menggunakan enkoding gzip) untuk mengurangi waktu respon server sehingga penggunaan pita data /Bandwith menjadi lebih hemat.
  • Virtual Hosting yang berguna untuk melayani banyak website hanya dengan menggunakan satu alamat IP.
  • Dukungan berkas berukuran besar, berfungsi untuk mendukung berkas yang memiliki ukuran lebih dari 2 gigabyte
  • Pengatur Bandwith (Bandwith throttling) yang berfungsi untuk membatasi kecepatan respon dengan tujuan tidak membanjiri jaringan dan menghemat pita data (bandwith) agar dapat melayani klien lebih banyak.

 A. Penerjemahan Path (Path Transalation)
Server web mengarahkan pennterjemahan komponen path kedalam URL (Uniform Resource Locator) menuju :
   1) Sumber daya berkas sistem lokal jika permintaan bersifat statis
   2)  Program internal ataupun eksternal jika permintaan bersifat dinamis.

Untuk permintaan bersifat statis maka URL yang diminta oleh klien diarahkan ke root direktori web server.Perhatikan URL berikut yang diminta oleh klien : 
http://www.example.com/path/file.html 
Browser web pada klien akan menterjemahkan koneksi ke www.example.com dengan permintaan HTTP 1.1 seperti berikut : 
GET /path/file.html HTTP/1.1 
Host: www.example.com

Server Web www.example.com akan mencari path/alamat yang diberikan mulai dari root direktori. Pada mesin unix biasanya di /var/www/htdocs. Hasil pada sistem lokal adalah /var/www/htdocs/path/file.html 
Server akan mencari dan membaca berkas tersebut, jika berkas ada maka akan mengirimkan jawaban ke browser klien. Respon yang diberikan akan menggambarkan isi konten dari berkas itu sendiri.


B. Load Limit (Batas Beban)
Setiap Server Web telah menentukan batas beban yang dapat ditanggung, sehingga setiap server web mempunyai batasan jumlah klien yang terhubung pada satu waktu (umumnya antara 2 s.d. 60.000, secara bawaan (default) maks 500 atau 1000). Kemampuan ini bergantung pada :
  1) Pengaturan Server Web itu sendiri;
  2) Jenis permintaan HTTP;
  3) Jenis Konten (Statis atau dinamis);
  4) Kondisi konten di server dilakukan cache atau tidak;
  5) Perangkat Keras, perangkat Lunak serta sistem operasi yang digunakan.

Setiap saat server web dapat saja mengalami kelebihan beban yang disebabkan :
  a. Terlalu banyak koneksi (misalkan ada ribuan bahkan jutaan permintaan dari klien pada jeda waktu yang singkat, seperti yang pernah terjadi pada Slashdot)
  b. Serangan DDOS (Distribute Denial Of Services);
  c. Cacing Komputer (Worm) yang dapat menyebabkan lalulintas data tidak wajar karena banyaknya komputer yang terinfeksi;
  d. Virus XSS dapat menyebabkan lalulintas data yang tinggi karena jutaan browser dan server web yang terinfeksi;
  e. Internet Web Robot, Lalu lintas data yang tidak difilter atau web server besar dengan sumber daya yang terbatas misalnya pita data yang dimiliki kecil dsb;


C. Gejala Kelebihan Beban
Tanda-tanda apabila server web mengalami kelebihan beban adalah :
  • Lambatnya respon terhadap permintaan dari klien (respon biasanya berkisar dari 1 s.d. Ratusan detik).
  • Muncul pesan kesalahan 500, 502, 503, 504 HTTP Errors (Kadang-kadang juga muncul pesan kesalahan 404 dan 408).
  • Koneksi TCP ditolak atau direset sebelum isi konten sampai ke klien.
  • Hal ini jarang terjadi, hanya sebagian isi konten yang dikirim (tetapi hal ini kebanyakan.
  • disebabkan kesalahan program/bug, walaupun sumber daya yang dimiliki sistem terbatas).
D. Teknik Pencegahan Kelebihan Beban
    a. Mengatur lalulintas data jaringan, dengan menggunakan :
1.  Firewalls to menghadang data yang tidak diinginkan dari sumber IP yang tidak sesuai ataupun memiliki pola yang aneh.
2.  Pengaturan lalulintas data melalui protokol HTTP, untuk memutuskan koneksi, mengarahkan, atau menulis ulang permintaan yang memiliki pola HTTP yang tidak sesuai.
3.  Pengaturan Bandwith dan Traffic shaping, untuk menurunkan beban puncak penggunaan jaringan.
4.  Mengembangkan teknik cache;
5.  Menggunakan domain yang berbeda dan atau komputer yang berbeda untuk memisahkan berkas berukuran besar dan kecil; idenya adalah untuk mengoptimalkan cache berkas yang ukuran kecil dan menengah dan secara efisien melayani berkas berukuran besar (10-1000 Mb) menggunakan pengaturan yang berbeda;
6.  Menggunakan banyak server web pada tiap komputer, masing-masing program server web di arahkan ke masing-masing kartu jaringan dan alamat IP;
7.  Menggunakan banyak komputer server web dan menggabungkannya kedalam satu grup bertindak seolah-olah menjadi satu server web besar;
8.  Menambahkan perangkat keras seperti RAM, hdd pada tiap server web;
9.  Melakukan tunning pada Sistem Operasi sehingga dapat memaksimalkan penggunaan perangkat keras terpasang;
10. Menggunakan program komputer yang sesedikit mungkin pada komputer yang digunakan sebagai server web;
11. Menggunakan area kerja lain untuk melayani konten-konten yang bersifat dinamis.

Wednesday, May 6, 2020

Domain Name System (DNS)

             Penggunaan nama sebagai pengabstraksi alamat mesin di sebuah jaringan komputer yang lebih dikenal oleh manusia mengalahkan TCP/IP, dan kembali ke zaman ARPAnet. Dahulu, seluruh komputer di jaringan komputer menggunakan file HOSTS.TXT dari SRI (sekarang SIR International), yang memetakan sebuah alamat ke sebuah nama (secara teknis, file ini masih ada - sebagian besar sistem operasi modern menggunakannya dengan baik secara baku maupun melalui cara konfigurasi, dapat melihat Hosts file untuk menyamakan sebuah nama host menjadi sebuah alamat IP sebelum melakukan pencarian via DNS). Namun, sistem tersebut di atas mewarisi beberapa keterbatasan yang mencolok dari sisi prasyarat, setiap saat sebuah alamat komputer berubah, setiap sistem yang hendak berhubungan dengan komputer tersebut harus melakukan update terhadap file Host.
             Dengan berkembangnya jaringan komputer, membutuhkan sistem yang bisa dikembangkan: sebuah sistem yang bisa mengganti alamat host hanya di satu tempat, host lain akan mempelajari perubaha tersebut secara dinamis. Inilah DNS.Paul Mockapetris menemukan DNS pada tahun 1983; spesifikasi asli muncul di RFC 882 dan 883. Tahun 1987, penerbitan RFC 1034 dan RFC 1035 membuat update terhadap spesifikasi DNS. Hal ini membuat RFC 882 dan RFC 883 tidak berlaku lagi. Beberapa RFC terkini telah memproposikan beberapa tambahan dari protokol inti DNS.

1. Pengertian  

              Domain Name System (DNS) Adalah sebuah aplikasi service di internet yang menerjemahkan sebuah domain name ke IP address dan salah satu jenis system yang melayani permintaan pemetaan IP address ke FQPN (Fany Qualified Domain Name) dan dari FQDN ke IP address.Sedangkan menurut wikipedia DNS adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host ataupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surel (email) untuk setiap domain. Menurut browser Google ChromeDNS adalah layanan jaringan yang menerjemahkan nama situs web menjadi alamat internet.

              Server DNS dan Nama Hirarki DNS menggunakan arsitektur klien / server jaringan. DNS server adalah komputer yang ditunjuk untuk menyimpan catatan database DNS (nama dan alamat), sedangkan klien dari DNS termasuk PC, ponsel dan perangkat lain dari pengguna akhir. DNS server juga berinteraksi dengan satu sama lain, bertindak.DNS Server merupakan Konfigurasi Jaringan untuk DNS, Klien DNS (disebut resolvers) ingin menggunakan DNS harus dikonfigurasi pada jaringan mereka. Resolvers query DNS menggunakan alamat IP tetap (statis) dari satu atau lebih server DNS. Pada jaringan rumah, alamat server DNS dapat dikonfigurasi sekali pada router broadband dan secara otomatis dijemput oleh perangkat klien, atau alamat dapat dikonfigurasi pada setiap klien secara individual.
                DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP 85 Modul Ajar Jaringan Komputer address. Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat dimplementasikan ke private network atau intranet dimana DNS memiliki keunggulan seperti:
1. Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).
2. Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah.

2. Struktur DNS

               Domain Name Space merupakan sebuah hirarki pengelompokan domain berdasarkan nama, yang terbagi menjadi beberapa bagian diantaranya:

a. Root-Level Domains
          Domain ditentukan berdasarkan tingkatan kemampuan yang ada di struktur hirarki yang disebut dengan level. Level paling atas di hirarki disebut dengan root domain. Root domain di ekspresikan berdasarkan periode dimana lambang untuk root domain adalah (".").

b. Top-Level Domains
           Pada bagian dibawah ini adalah contoh dari top-level domains:
a) com, Organisasi Komersial
b) edu, Institusi pendidikan atau universitas
c) org, Organisasi non-profit
d) net, Networks (backbone Internet)
e) gov Organisasi pemerintah non militer
f) mil Organisasi pemerintah militer
g) num No telpon h) arpa Reverse DNS
i) xx dua-huruf untuk kode Negara (id:indonesia)

c.  Second-Level Domains
            Second-level domains dapat berisi host dan domain lain, yang disebut dengan subdomain. Untuk contoh: Domain Bujangan, bujangan.com terdapat komputer (host) seperti server1.bujangan.com dan subdomain training.bujangan.com. Subdomain training.bujangan.com juga terdapat komputer (host) seperti client1.training.bujangan.com.

d.  Host Names
             Domain name yang digunakan dengan host name akan menciptakan fully qualified domain name (FQDN) untuk setiap komputer. Sebagai contoh, jika terdapat fileserver1.detik.com, dimana fileserver1 adalah host name dan detik.com adalah domain name.

3. Cara Kerja DNS

             Fungsi dari DNS adalah menerjemahkan nama komputer ke IP address (memetakan). Client DNS disebut dengan resolvers dan DNS server disebut dengan name servers. Resolvers atau client mengirimkan permintaan ke name server berupa queries. Name server akan memproses dengan cara mencek ke local database DNS, menghubungi name server lainnya atau akan mengirimkan message failure jika ternyata permintaan dari client tidak ditemukan. Proses tersebut disebut dengan Forward Lookup Query, yaitu permintaan dari client dengan cara memetakan nama komputer (host) ke IP address.

   a.  Resolvers mengirimkan queries ke name server
   b.  Name server mencek ke local database, atau menghubungi name server lainnya, jika ditemukan akan diberitahukan ke resolvers jika tidak akan mengirimkan failure message
   c.  Resolvers menghubungi host yang dituju dengan menggunakan IP address yang diberikan name server

Komponen DNS Ada 3 bagian yang mendukung kinerja system DNS:
 DNS resolver, merupakan sebuah program DNS client yang dijalankan pada komputer user dan menghasilkan DNS request untuk keperluan program aplikasi. Resolver adalah bagian dari program aplikasi yang berfungsi untuk menjawab pertanyaan program aplikasi tentang domain.
 Recursive DNS server, yang akan meneruskan pencarian DNS melalui respons (balasan) query dari resolver, dan mengembalikan jawaban ke resolver.
 Authoritative DNS server, adalah bagian yang menangani jawaban-jawaban keluar ke query dari recursor, pada tiap-tiap bagian jawaban, atau bagian dari penunjukan/penyerahan (contohnya, penyerahan ke authoritative DNS server yang lain).

DNS Server terdiri atas 3 jenis, yaitu:
 Cache, jenis ini tidak mempunyai data nama-nama host dari domain tertentu. Ia hanya mencari jawaban dari beberapa dns server dan menyimpan hasil di dalam cache-nya untuk keperluan mendatang.
  Primary (master), adalah dns server yang memegang daftar lengkap dari sebuah domain yang dikelolanya. Misalnya server admin.wordpress.com memegang otoritas penuh atas domain wordpress.com.
 secondary (slave), adalah backup dari primary server, apabila primary server crash atau untuk mempermudah pendelegasiannya. Secondary server juga memuat daftar lengkap dari sebuah domain, sama seperti primary (misalnya: mufari.wordpress.com).


4. PENGATURAN NAMA DOMAIN

             Ruang nama domain terdiri dari pohon nama domain. Setiap node atau daun di pohon memiliki nol atau lebih catatan sumber daya, yang memegang informasi yang terkait dengan nama domain. Pohon sub-terbagi menjadi zona awal di zona akar. Sebuah zona DNS dapat terdiri dari hanya satu domain, atau dapat terdiri dari banyak domain dan sub-domain, tergantung pada kewenangan administratif yang diwakilkan kepada manajer. Domain Name System hirarkis, disusun dalam zona, masing-masing dilayani oleh server nama Tanggung jawab administratif atas zona apapun dapat dibagi dengan menciptakan zona tambahan. Otoritas dikatakan didelegasikan untuk sebagian dari ruang lama, biasanya dalam bentuk sub-domain, nama server lain dan entitas administratif. Zona lama berhenti menjadi otoritatif untuk zona baru. Sintaks Domain name Uraian definitif aturan untuk membentuk nama domain muncul dalam RFC 1035, RFC 1123, dan RFC 2181. Sebuah nama domain terdiri dari satu atau lebih bagian, secara teknis disebut label, yang konvensional concatenated, dan dibatasi oleh titik, seperti example.com. Paling kanan label menyampaikan top-level domain, misalnya, nama domain http://www.example.com milik com top-level domain.

              Hirarki domain turun dari kanan ke kiri, masing-masing label di sebelah kirinya menyatakan sebuah sub-divisi, atau subdomain dari domain ke kanan. Sebagai contoh: contoh label menetapkan subdomain dari domain com, dan www adalah sub domain dari example.com. Ini pohon subdivisi mungkin memiliki hingga 127 level. Setiap label dapat berisi hingga 63 karakter. Nama domain lengkap tidak boleh melebihi panjang 253 karakter dalam representasi tekstual nya. Dalam representasi biner internal DNS panjang maksimum membutuhkan 255 oktet penyimpanan, karena juga menyimpan panjang nama. Dalam prakteknya, beberapa pendaftar domain mungkin memiliki batas singkat.
              Nama DNS mungkin secara teknis terdiri dari setiap representable karakter dalam oktet. Namun, diperbolehkan perumusan nama domain di zona akar DNS, dan sub domain yang lain, menggunakan format pilihan dan set karakter. Karakter diperbolehkan dalam label adalah subset dari set karakter ASCII, dan termasuk karakter melalui z, A sampai Z, angka 0 sampai 9, dan tanda hubung. Aturan ini dikenal sebagai aturan LDH (huruf, angka, tanda hubung). Nama domain yang ditafsirkan dengan cara kasus-independen.
              Label mungkin tidak memulai atau diakhiri dengan tanda hubung. Ada aturan tambahan yang pada dasarnya mensyaratkan bahwa nama domain tingkat atas tidak semuanumerik. Sebuah nama host adalah nama domain yang memiliki minimal satu alamat IP yang terkait. Sebagai contoh, nama domain example.com http://www.example.com dan juga nama host, sedangkan domain com adalah tidak. Nama domain internasional Keterbatasan set karakter ASCII diizinkan di DNS dicegah representasi nama dan katakata dari berbagai bahasa dalam huruf atau skrip asli mereka. Untuk membuat ini mungkin, ICANN menyetujui Internasionalisasi Nama Domain Aplikasi (IDNA) sistem, dimana pengguna aplikasi, seperti web browser, peta Unicode string ke dalam karakter DNS yang sah menggunakan Punycode. Pada tahun 2009 ICANN menyetujui instalasi internasionalisasi nama domain kode negara top-level domain. Selain itu, banyak pendaftar yang ada nama domain tingkat atas (TLD) s telah mengadopsi sistem IDNA.
               Nama server/Domain Name System dikelola oleh sistem database terdistribusi, yang menggunakan model client-server. Node dari database ini adalah nama server. Setiap domain memiliki setidaknya satu server DNS otoritatif yang mempublikasikan informasi tentang domain dan server nama dari setiap domain bawahan untuk itu. Bagian atas hirarki dilayani oleh root server nama, server untuk permintaan ketika melihat ke atas (resolving) TLD. Server nama otoritatif Sebuah server nama otoritatif adalah server nama yang memberikan jawaban yang telah dikonfigurasi oleh sumber asli, misalnya, administrator domain atau dengan metode DNS dinamis, berbeda dengan jawaban yang diperoleh melalui DNS query biasa ke nama server lain. Otoritatifsatunya hanya mengembalikan nama server jawaban atas pertanyaan tentang nama domain yang telah dikonfigurasi secara khusus oleh administrator. Dengan kata lain, sebuah nama server otoritatif memungkinkan server nama rekursif mengetahui data DNS (IP IPv4, IP IPv6, daftar server surat masuk, dll) nama host yang diberikan (seperti ―www.example.com‖) memiliki. Sebagai salah satu contoh, otoritatif nama server untuk ―example.com‖ memberitahu server nama rekursif yang ―www.example.com‖ memiliki IP 192.0.43.10 IPv4. Sebuah server nama otoritatif dapat menjadi server master atau server budak. Sebuah server master adalah server yang menyimpan asli (master) salinan semua catatan zona. Sebuah server budak menggunakan mekanisme update otomatis dari protokol DNS dalam komunikasi dengan tuannya untuk menjaga salinan identik dari catatan master.
               Satu set server nama otoritatif harus ditugaskan untuk setiap zona DNS. Sebuah catatan NS tentang alamat dari himpunan yang harus disimpan di zona induk dan server sendiri (sebagai diri-referensi). Ketika nama domain terdaftar dengan registrasi nama domain, instalasi mereka di registri domain dari domain tingkat atas memerlukan penugasan nama server primer dan setidaknya satu server nama sekunder. Kebutuhan beberapa server nama bertujuan untuk membuat domain masih fungsional bahkan jika satu server nama menjadi tidak dapat diakses atau bisa dioperasi Penunjukan nama server primer semata-mata ditentukan oleh prioritas diberikan kepada pendaftar nama domain. Untuk tujuan ini, umumnya hanya nama domain berkualifikasi lengkap dari server nama diperlukan, kecuali server yang terkandung dalam domain terdaftar, dalam hal alamat IP yang sesuai juga diperlukan.
               Nama server primer sering menguasai server nama, sementara server nama sekunder dapat diimplementasikan sebagai server budak. Server otoritatif menunjukkan statusnya penyediaan jawaban yang pasti, dianggap otoritatif, dengan menetapkan bendera perangkat lunak (struktur bit protokol), disebut Jawaban Resmi (AA) bit dalam responnya. Bendera ini biasanya direproduksi menonjol dalam output alat kueri DNS administrasi (seperti penggalian) untuk menunjukkan bahwa menanggapi nama server adalah otoritas untuk nama domain yang bersangkutan. Operasi Mekanisme resolusi alamat Resolvers nama domain menentukan domain name server sesuai yang bertanggung jawab untuk nama domain yang dimaksud oleh sejumlah query dimulai dengan paling kanan (top-level) label domain. Sebuah DNS recursor berkonsultasi tiga nama server untuk menyelesaikan alamat www.wikipedia.org. Proses ini memerlukan: Sebuah host jaringan dikonfigurasi dengan cache awal (disebut petunjuk) dari alamat yang dikenal dari root server nama. Seperti file petunjuk diperbarui secara berkala oleh administrator dari sumber yang dapat dipercaya. Sebuah query ke salah satu root server untuk menemukan server otoritatif untuk top-level domain. Sebuah query ke server yang diperoleh TLD untuk alamat server DNS otoritatif untuk domain tingkat kedua. Pengulangan langkah sebelumnya untuk memproses setiap label nama domain secara berurutan, sampai langkah terakhir yang mengembalikan alamat IP dari host yang dicari. Diagram menggambarkan proses ini untuk host www.wikipedia.org. Mekanisme dalam bentuk sederhana ini akan menempatkan beban operasi besar di root server, dengan setiap pencarian untuk alamat awal dengan query salah satu dari mereka. Menjadi sebagai penting karena mereka adalah untuk fungsi keseluruhan sistem, penggunaan berat seperti itu akan menciptakan hambatan dapat diatasi untuk triliunan pertanyaan ditempatkan setiap hari. Dalam prakteknya caching digunakan di server DNS untuk mengatasi masalah ini, dan sebagai hasilnya, nama akar server sebenarnya terlibat dengan sangat sedikit dari total lalu lintas.

5. Perangkat lunak DNS

                 Beberapa jenis perangkat lunak yang menerapkan metode DNS, di antaranya:

 BIND (Berkeley Internet Name Domain)
 djbdns (Daniel J. Bernstein's DNS)
 MaraDNS  QIP (Lucent Technologies)
 NSD (Name Server Daemon)  Unbound
 PowerDNS  Microsoft DNS (untuk edisi server dari Windows 2000 dan Windows 2003)
 DJBNS (Daniel J Bernstrein‘s Domain Name System) merupakan salah satu software DNS (Domain Name Server) yang digunakan sebagai alternatif pengganti BIND (Berkeley Internet Name Domain) dimana konsep yang dijalankan berbeda namun memiliki fungsi yang sama. Data-data yang diperlukan dikumpulkan dengan melakukan pengujian atau penelitian laboratorium. Data tersebut dianalisis dengan membandingkan penggunaan BIND dengan DJBDNS. Dimana BIND memiliki kelemahan dari segi keamanan karena bersifat open source dan tidak bisa memonitoring aktfitas kegiatan servis DNS yang dilakukan sedangkan pada DJBDNS tidak bersifat open source dan bisa memonitoring aktifitas kegiatan servis DNS.

6. Kelebihan dan kekurangan DNS

Kelebihan DNS
Berikut ini beberapa kelebihan dari sistem DNS yang diaplikasikan pada jaringan internet :
  • DNS membuat halaman situs (baik website ataupun blog) menjadi lebih mudah untuk dihafalkan.
  • DNS mudah untuk dikonfigurasi oleh admin.
  • Konsistensi, dengan menggunakan DNS, alamat host name menjadi tidak berubah meskipun IP Address yang digunakan pada sebuah komputer telah berubah.
Kekurangan DNS
Selain kelebihan di atas, DNS juga memiliki beberapa kelemahan. Berikut ini merupakan beberapa kelemahan dari penggunaan DNS :
  • User menjadi lebih terbatas dalam menggunakan berbagai macam nama untuk halaman situsnya.
  • DNS tergolong cukup sulit untuk diimplementasikan.
  • Nama DNS sangat terbatas (tidak dapat membuat banyak nama domain)


Referensi
https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_Penamaan_Domain
https://pengertiandefinisi.com/pengertian-dns-fungsi-dns-dan-kelebihan-serta-kekurangannya/

           

Pengenalan Router Mikrotik

   1. Sejarah Mikrotik Pada tahun 1996 John dan Arnis memulai dengan sistem Linux dan MS DOS yang dikombinasikan dengan teknologi Wireles...